www.AlvinAdam.com

WARTA 24 SUMATERA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 16.14

KPU Nyatakan Bukti Dukungan Pasutri di Pilwako Padang Penuhi ...

KPU Nyatakan Bukti Dukungan Pasutri di Pilwako Padang Penuhi Persyaratan

KPU Padang menuntaskan tahapan verifikasi jumlah dukungan minimal dan sebaran KTP

KPU Nyatakan Bukti Dukungan Pasutri di Pilwako Padang Penuhi PersyaratanFoto/klikpositifSuami Istri daftar ke KPU Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - KPU Padang menuntaskan tahapan verifikasi jumlah dukungan minimal dan sebaran KTP atau surat keterangan (Suket) yang dilampirkan dua bakal pasangan calon (Bapaslon) perseorangan pada pemilihan walikota dan wakil walikota Padang pada pemilihan serentak 2018, Kamis (30/11/2017) malam.

Hanya satu dari dua Bapaslon yang mendaftar hingga hari terakhir pendaftaran Rabu (29/ 11/2017), pukul 24.00WIB, dinyatakan memenuhi syarat.

Ketua KPU Padang, Muhammad Sawati mengatakan, Bapaslon Syamsuar Syam dan Misliza mengumpulan dukungan dalam bentuk formulir B1.KWK sebanyak 45.318 dan dalam bentuk lampiran fotocopy kartu tanda penduduk (KTP/Suket dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) sebanyak 42.756 yang tersebar di 90,9 persen atau 10 kecamatan di Padang.

Untuk Bapaslon Alkudri dan Syafril Basir, hanya mengumpulkan sebanyak 26.611 jumlah dukungan dalam bentuk formulir B1.KWK dan mengumpulkan sebanyak 26.662 dalam bentuk lampiran fotocopy KTP/Suket dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Setelah dilakukan verifikasi tahap pertama, yaitu verifikasi jumlah dukungan minimal dan jumlah sebaran, KPU Padang menyatakan hanya satu Bapaslon yang memenuhi syarat jumlah minimal dukungan dan jumlah sebaran yakni Bapaslon Syamsuar Syam dan Misliza,” ungkap Sawati usai rapat pleno penetapan hasil verifikasi tahap pertama, Kamis (30/11/2017) m alam di KPU Padang.

Pleno ini sendiri dihadiri lengkap anggota KPU Padang. Yakni Ketua Divisi Hukum, Riki Eka Putra, Chandra Eka Putra (Ketua Divisi Teknis), Yusrin Trinanda (Ketua Divisi Program dan Data), Mahyudin (Ketua Divisi Keuangan dan Logistik) serta Lucky Dharma Yuli Putra (Sekretaris KPU Padang) dan sejumlah Kasubag.

Dikatakan Sawati, mengacu Pasal 48 UU Pilkada, KPU Padang selanjutnya akan melakukan verifikasi administrasi pada rentang waktu 2-8 Desember 2017. Jika lulus tahap verifikasi administrasi, dilanjutkan dengan verifikasi faktual dengan metode sensus.

“Nanti, petugas dari KPU akan menemui langsung setiap pendukung calon yang menyerahkan KTP-nya ke Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza,” terangnya.

Penyerahan syarat dukungan Bapaslon perseoranan ini dimulai dari 25-29 November 2017. Setiap Bapaslon perseorangan ini, harus menyerahkan dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Suket sebanyak 41.116 buah.

Angka ini 7,5 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan gubernur Sumatera Barat tahun 2015 lalu yang berjumlah sebanyak 548.213 orang. Syarat dukungan ini harus tersebar lebih di separuh kecamatan atau 6 dari 11 kecamatan yang ada di Kota Padang.

Setelah verifikasi jumlah minimal dukungan dan sebaran ini, KPU Padang selanjutnya akan melakukan verifikasi administrasi yang akan dilakukan pada 25 November sampai 8 Desember 2017.

Setelah itu, melakukan verifikasi faktual dengan metode sensus yang dilakukan KPU Kota Padang dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), dimana petugas menemui langsung setiap pendukung calon yang menyerahkan KTP-nya yang akan dilakukan pada 12 s/d 25 Desember 2017. (rls)

Editor: harismanto Ikuti kami di Video Pramugari Lion Air Tampar Penumpang yang Berujung Lapor Polisi Sumber: Google News | Warta 24 Padang

thumbnail

Posted by On 16.14

Proses Transfer Nilai-Nilai Pelestarian Cagar Budaya Hadir Dalam ...

Proses Transfer Nilai-Nilai Pelestarian Cagar Budaya Hadir Dalam Festival Pesona Minangkabau 2017Sabtu, 02 Desember 2017 - 03:02:53 WIB - 89Proses Transfer Nilai-Nilai Pelestarian Cagar Budaya Hadir Dalam Festival Pesona Minangkabau 2017Pelajar Peserta Lomba dalam Pameran Budaya Nusantara yang digelar BPCP Sumbar di Gedung Nasional Batusangkar (30/11)

TANAH DATAR - Turut menyemarakan Festival Pesona Budaya Minangkabau tahun ini, BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Sumatera Barat menghadirkan Pameran Cagar Budaya dan Pelestariannya yang berlangsung dari 29 November sampai 3 Desember 2017. Ketertarikan, minat dan antusias masyarakat, terutama para pelajar menyaksikan pameran itu tampak cukup besar.

Penanaman arti penting pelestarian Cagar Budaya dengan melibatkan pelajar melalui sejumlah kegiatan yang diselenggarakan BPCB, cukup mendapat tempat. Proses transfer nilai-nilai sejarah, dan kebudayaan telah dimulai. Para pelajar tingkat dasar, menenggah dan atas merupakan target utama

Proses Internalisasi Cagar Budaya yang dilakukan BPCB Sumbar merupakan salah satu upaya perlindungan dan pelestarian Cagar Budaya, guna meminimalisir perlakuan Vandalisme yang banyak terjadi. Benda-benda Cagar Budaya yang sangat bernilai dan tak dapat diukur dengan materi ini, harus di lestarikan dari kerusakan.

"Tak kenal maka tak sayang" ungkapan ini mempunyai makna yang nyata untuk mengukur relasi pandangan dan perilaku masyarakat terhadap pelestarian peninggalan Cagar Budaya yang ada.

Berbagai benda-benda dan situs budaya "tersaji" Di Gedung Maharajo Di Rajo. Bagi masyarakat yang ingin lebih mengenal keragaman Cagar Budaya yang ada di Nusantara. Selama pameran ini berlangsung, cukup melangkahkan kaki ke gedung yang terletak di tengah kota yang terkenal dengan sebutan "Kota Budaya" ini.

Untuk mencapai target BPCB juga mengelar lomba lukis dan mewarnai bagi pelajar. Terlihat jari-jemari mungil pelajar asyik mengores karya mereka. Tak mengindahkan khalayak yang hilir mudik menyaksikan pameran hari itu, ratusan pelajar peserta lomba tampak begitu serius dengan kompetisi yang mereka ikuti.

Dengan gaya duduk lesehan, seolah yang terlintas dalam benak mereka hanyalah bagaimana menghasilkan karya yang bernilai untuk meraih simpati tim juri, Kamis (30/11)

BPCB Sumatera Barat dalam hal ini telah memperlihatkan perannya menjalankan amanat Kostitusi dan mengembangkan nilai-nilai tersebut kepada para generasi penerus bangsa terutama pelajar se-Kabupaten Tanah Datar. Telah termaktub dalam UUD 45, pasal 32 ayat 1.

"Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengemban gkan nilai-nilai budayanya."

Tak ayal, Indonesia di tengah peradaban dunia yang kian maju, menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Cagar budaya adalah daerah yang kelestarian hidup masyarakat dan peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya kepunahan.

Jelaslah sudah, "Mereka" adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Nurmatias, mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk membangun karakter bangsa agar melindungi Cagar Budaya yang ada.

"Beberapa agenda yang digelar dalam Pameran kali ini diantaranya Pa meran Cagar Budaya, lomba melukis dan mewarnai, pemutaran film berkarakter menggunakan bioskop keliling dan Penandatangan Nota Kesepahaman, " sampainya Kamis (30/11).

Cagar Budaya Indonesia menjadi daya tarik bangsa lain dari belahan dunia untuk mengetahuinya. Bahkan tidak sedikit dari pemerhati Cagar Budaya luar negeri mempelajarinya. Selain beraneka ragam, berbagai Cagar Budaya Indonesia dikenal sangat unik.

Proses pelestarian Cagar Budaya yang ada di Sumatera Barat khususnya dan Nusantara umumnya perlu menjadi perhatian semua pihak, agar nilai-nilai kebudayaan kita tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kelak. Perlu sama-sama kita pahami, salah satu Identitas suatu negara adalah ketahanan budaya, yang di dalamnya termasuk upaya pelestarian Cagar Budaya yang ada dan tersebar seluruh pelosok negeri ini. (romeo)


Proses T   ransfer Nilai-Nilai Pelestarian Cagar Budaya Hadir Dalam Festival Pesona Minangkabau 2017

Proses Transfer Nilai-Nilai Pelestarian Cagar Budaya Hadir Dalam Festival Pesona Minangkabau 2017
TANAH DATAR - Turut menyemarakan Festival Pesona Budaya Minangkabau tahun ini, BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya)...

Reuni 212 Tuai Pro dan Kontra, Ini Respons Anies Baswedan

Reuni 212 Tuai Pro dan Kontra, Ini Respons Anies Baswedan
NASIONAL - Reuni Alumni 212 akan digelar di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada 2 Desember 2017. Pertemuan...

Provost Polres Bukittinggi Ini Manfaatkan 3,5 Hektar Lahan Mati Jadi Lahan Pertanian

Provost Polres Bukittinggi Ini Manfaatkan 3,5 Hektar Lahan Mati Jadi Lahan Pertanian
BUKITTNGGI - Ide cemerlang Aiptu Nofri Mat ri Aldi salah seorang anggota kepolisian unit Provost Polres Bukittinggi yang...

Kolaborasi Musik Etnik Siap Menghentak Payakumbuh Botuang Festival 2017

Kolaborasi Musik Etnik Siap Menghentak Payakumbuh Botuang Festival 2017
PAYAKUMBUH - Puncak Payakumbuh Botuang Festival (PBF) akan di gelar malam ini Jumat (1/12/2017). Kolaborasi musik etnik...

DPD Partai Berkarya Pasaman Serahkan Hasil Perbaikan Sipol

DPD Partai Berkarya Pasaman Serahkan Hasil Perbaikan Sipol
PASAMAN - Dewan Perwakilan Daerah Partai Berkarya Kabupaten Pasaman menyerahkan hasil perbaikan Sistem Informasi Partai...
Sumber: Goo gle News | Warta 24 Tanah Datar

thumbnail

Posted by On 16.14

Perburuan Kuno Jepang Berusia 400 Tahun yang Suci Namun ...

Beranda › Berita › Budaya2017 / November / 30 15:37 Perburuan Kuno Jepang Berusia 400 Tahun yang Suci Namun Kontroversial

Fotografer Javier Corso menghabiskan dua minggu untuk mendokumentasikan pemburu Matagi, yang tradisi spiritualnya mendapat ancaman.

Perburuan Kuno Jepang Berusia 400 Tahun yang Suci Namun KontroversialIto Ryoichi mengenakan rompi tradisional dan sepatu pemburu Matagi. Saat ini, para pemburu hanya mengenakan pakaian ini untuk ritual tertentu, namun beberapa masih memakai pakaian berbahan kulit saat mereka berburu untuk melindungi diri dari dingin. (Javier Corso)

Jauh di dataran tinggi Honshu utara, Jepang, orang-orang Matagi memulai perburuan musim dingin. Mereka berdoa sebelum memasuki kawasan gunung nan suci, lalu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendengarkan, menunggu, dan mengawasi; menangkap tanda-tanda yang nyaris tak terlihat bahwa beruang hitam sudah dekat.

Kelompok para lelaki itu kemudian dibagi dua, kelompok pertama bertindak sebagai penjaga, sementara yang lainnya sebagai umpan. Dengan perlahan, mereka mendekat sebelum akhirnya penembak jitu melepaskan tembakannya. Noda merah membekas di atas salju yang putih bersih ketika bangkai beruang itu diseret menuju tanah datar terdekat untuk dikuliti dan dipotong-potong menggunakan pisau tradisional Matagi. Bagian usus beruang ditinggalkan sebagai persembahan terhadap dewi gunung.

(Baca juga: Kota Meksiko Kecil yang Merangkul Islam)

Semua anggota perburuan    ...Semua anggota perburuan memiliki hak yang sama persis atas daging dan kulit binatang, terlepas dari siapa yang mengeksekusi tembakannya. Setelah diturunkan, beruang diseret ke tanah datar terdekat sehingga bisa dikuliti dan dipotong-potong. (Javier Corso)

Formalitas dan kekuatan spiritual dari tindakan membunuh ini membedakannya dari perburuan modern. Matagi merupakan komunitas pemburu yang berasal dari abad ke-16. Setiap permukiman di utara Honshu memiliki ciri khas tersendiri, namun semuanya menganggap diri mereka sebagai penjaga khusus keseimbangan alam. Namun karena beruang hitam Jepangâ€"mangsa utama merekaâ€"ditetapkan sebagai spesies terancam, perburuan tersebut kini dihadapkan pada kontroversi.

Kekuatan potongan yang dibuat ...Kekuatan potongan yang dibuat dengan pisau matagi memungkinkan daging dan tendon hewan disayat dalam satu tebasan. Cakar beruang dipisahkan dari bagian tubuh lainnya sebelum beruang dikuliti. (Javier Corso)

Fotografer Javier Corso menghabiskan 15 hari bersama para Matagi, mengambil foto yang menggambarkan bagaimana praktik mereka berakar pada 400 tahun sejarah. Corso mengerjakan proyek tersebut sebagai bagian dari perusahaan produksi OAK stories, agensi jurnalis, fotografer, dan pembuat film yang berfokus pada cerita lokal. Ia bekerja bersama Alex Rodal, kepala penelitian di OAK yang melakukan penelitian selama enam bulan di Matagi sebelum pemotretan.

(Baca juga: Pengasingan Bagi Wanita Nepal yang Sedang Menstruasi)

Hideo-san adalah salah satu ...Hideo-san adalah salah satu pemimpin komunitas Animatagi. Dia mengenakan pakaian tradisional dan memegang tombak yang sudah menjadi milik keluarganya selama sembilan generasi. (Javier Corso)

"Saya ingin menunjukkan asal-usul komunitas ini sehingga orang-orang dapat memahami apa yang mereka lakukan dan mengapa mereka melakukannya," kata Corso. "Saya ingin menunjukkan ketenangan berburu dan komunikasi mereka dengan gunung."

Kapten Sato menarik pisau ...Kapten Sato menarik pisau Matagi-nya untuk memotong-motong binatang itu. Nama keluarganya terukir di mata pisau. (Javier Corso)

Di samping kekasaran mendalam dari pembunuhan dalam perburuan tersebut, foto-foto Corso menyampaikan sebuah identitas yang sangat terkait dengan binatang ya ng mereka cari.

Seorang pemburu Matagi merokok ...Seorang pemburu Matagi merokok di kaki gunung setelah berhasil menyelesaikan perburuan. (Javier Corso)

Perburuan itu merupakan praktik spritual yang sangat kuat, dan Corso merupakan yang pertama diizinkan untuk mendokumentasikannya, di luar fotografer Jepang Yasuhiro Tanaka.

(Baca juga:"Sumpah Laut", Bentuk Kearifan Lokal yang Masih Bertahan di Bumi Nusantara)

Sebagai bagian dari ritual ...Sebagai bagian dari ritual berburu, Matagi memotong-motong binatang itu di hutan dengan tangan , meninggalkan sebagian usus sebagai persembahan ke dewi gunung. Sisanya akan dibagi-bagi untuk diangkut kembali ke desa. (Javier Corso)

Corso dan timnya menghabiskan lima hari bersama kelompok Matagi, berusaha mendapatkan kepercayaan mereka dan mempelajari budaya mereka, sebelum akhirnya diajak ke gunung.

Kepala beruang hitam Jepang ...Kepala beruang hitam Jepang setelah dipotong dan dikuliti oleh pemburu Matagi. (Javier Corso)

"Saya sangat terkesan dengan cara mereka berburu," ujar Corso. "Itu benar-benar penuh hormat. Meskipun mereka mengenakan pakaian modern, banyak yang berburu dengan senjata yang sama dengan leluhur mereka tujuh generasi lalu.

Para pemburu sekarang ...Para pemburu sekarang menggunakan senapan dan pakaian modern, dikombinasikan dengan peralatan tradisional dari komunitas mereka sendiri. Matagis abad kedua puluh adalah penembak yang ahli. Warna-warna cerah rompi mereka berfungsi untuk membedakannya dari dedaunan dan menghindari kecelakaan. (Javier Corso)

Tetapi perburuan itu telah dibatasi dalam beberapa tahun terakhir. Menyusul bencana nuklir di Fukushima pada tahun 2011, negara melarang masyarakat Matagi untuk memasarkan daging beruang selama enam tahun karena kekhawatiran akan kontaminasi. "Mereka terpaksa mencari cara lain untuk bertahan hidup," ujar Corso.

Setelah membagikan mangsa, ...Setelah membagikan mangsa, pemburu Oguni berkumpul di bawah atap Kapten Sato untuk memulai sebuah ritual. Endo-san, salah satu Matagi yang paling dihormati di masyarakat, memimpin doa dengan hati beruang dan sebotol sake. (Javier Corso)

Selain itu, ada banyak pembatasan birokrasi yang sekarang berlaku soal perburuan. "Proses untuk mendapatkan lisensi berburu beruang hitam sangat menjemukan dan mahal. Anda juga harus memperbaharuinya setiap tiga tahun, bahkan jika Anda tidak terlibat langsung dalam perburuan sesungguhnya," ujar Alex Rodal. "Hal ini membuat para pemuda enggan melakukannya."

Setelah perburuan selesai, ...Setelah perburuan selesai, semua peserta berbagi karya membagi hewan di bagian yang sama. Setiap orang berhak atas proporsi daging dan kulit yang sama. (Javier Corso)

Seperti halnya komunitas-komunitas awal negara, praktik budaya mereka berada dalam ancaman. "Jika suatu saat beruang hitam Jepang punah, Matagi tidak akan menjadi penyebabnya" ujar Rodal. "Saya pikir komunitas Matagi akan hilang bahkan sebelum spesies beruang itu punah," pungkasnya.

Sekelompok pemburu Matagi ...Sekelompok pemburu Matagi difoto pada awal abad ke-20. Mereka diburu terutama dengan tombak sampai beralih ke senapan sesaat sebelum Perang Dunia II. (Javier Corso)
Sumber: Google News | Warta 24 Tanah Datar

thumbnail

Posted by On 16.14

Fashion Unik Berbahan Bambu, Jadi Perhatian di Payakumbuh ...

lifestyle.okezone.com

  • Home
  • Lifestyle
  • Fashion
Fashion Unik Berbahan Bambu, Jadi Perhatian di Payakumbuh Botuang Festival Agregasi Antara, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017, 22:06 WIB https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 01 194 1823864 fashion-unik-berbahan-bambu-jadi-perhatian-di-payakumbuh-botuang-festival-6JuMzKrZIs.jpg(Foto: Antara) A A A

PAYAKUMBUH - Kegiatan Payakumbuh Botuang Festival (PBF) 2017 yang digelar di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, menampilkan kostum karnaval dengan kombinasi olahan bambu yang merupakan ciri khas daerah tersebut.

Perancang kostum dari Pitox's Boutique Payakumbuh, Rita Havina, mengatakan tema bambu yang ia kombinasikan ini disesuaikan dengan tema kegiatan y ang tengah berlangsung.

BERITA TERKAIT +
  • FASHION HERITAGE: Selain Ulos, Sarung dan Selendang Buatan Tangan Orang Batak Bisa Jadi Oleh-Oleh saat Berkunjung ke Danau Toba
  • FASHION HERITAGE: Mengenal Batik Tulis Kace Timur Khas Bangka yang Tak Kalah Menarik
  • FASHION HERITAGE: Mengenal Tenun Cual, Kain Tradisional dari Benang Emas Khas Bangka

"Selama pengerjaan, tim kami tidak mengalami kesulitan yang berarti saat mengkombinasikan antara anyaman bambu dengan pakaian," katanya jelang pembukaan PBF 2017 di kawasan Ampangan Payakumbuh Selatan, Jumat (1/12/2017).

Anyaman bambu tersebut dijadikan aksesoris tambahan berupa sayap, tutup kepala, rok, serta ornamen lainnya. Anyaman yang digunakan pada kostum rancangannya diambil dari salah seorang pengrajin bambu yang ada di daerah Aur Kuning.

Beberapa bentuk anyaman tradisional yang juga menjadi bagian dari aksesoris ialah tudung atau tutup kepala, songkok atau tudung, lukah atau alat untuk menangkap belut, kurungan ayam dan lain sebagainya.

"Melalui kostum ini kami sekaligus memperkenalkan kearifan lokal masyarakat berupa anyaman bambu," ujarnya.

Pengerjaan enam buah kostum yang ditampilkan ini hanya menghabiskan waktu selama tiga hari dengan enam orang pekerja.

Sementara itu ketua panitia pelaksana PBF 2017 Andra Nova menyebutkan lokasi pelaksanaan kegiatan ini dibagi pada dua tempat, yaitu di pusat kota dan di Kecamatan Payakumbuh Selatan.

(Baca Juga: Mulai Serat Nanas Hingga Filamen Pisang, Simak 4 Jenis Bahan Tradisional untuk Membuat Benang)

Kostum karnaval dengan akseoris anyaman bambu ini sebelumnya sudah ditampilkan saat acara di pusat kota, akan tetapi karena menarik kostum tersebut kembali ditampilkan saat pembukaan puncak kegiatan PBF.

"Pada acara puncak yang berlangsunf pada tanggal 1 dan 2 Desember ini akan ada penampilan seni dari seniman yang berasal dari dalam dan luar Sumbar," katanya.

(ful)

Berita Lainnya

  • 5 Bahaya Bakal Mengintai Anda Jika Mencari Cinta dalam Kencan Dunia Maya

    5 Bahaya Bakal Mengintai Anda Jika Mencari Cinta dalam Kencan Dunia Maya

  • Warna Natural Diprediksi Jadi Tren Make-Up 2018

    Warna Natural Diprediksi Jadi Tren Make-Up 2018

  • Zaskia Sungkar Siap Pamer Karya Busana Muslim di Dubai Modest Fashion Week 2017

    Zaskia Sungkar Siap Pamer Karya Busana Muslim di Dubai Modest Fashion Week 2017

  • Ramaikan Kickscon, The F Thing Tawarkan Berbagai Macam Produk Street Wear Masa Kini

    Ramaikan Kickscon, The F Thing Tawarkan Berbagai Macam Produk Street Wear Masa Kini

  • Ramaikan Kickscon, The F Thing Tawarkan Berbagai Macam Produk Street Wear Masa Kini

    Ramaikan Kickscon, The F Thing Tawarkan Berbagai Macam Produk Street Wear Masa Kini

  • Harmonisasi Warna Jadi Kunci Gaya Tren <i>Make up</i> ala Orang Perancis Harmonisasi Warna Jadi Kunci Gaya Tren Make up ala Orang Perancis
  • Pertama dalam Sejarah, Wanita Yahudi Bersaing Ikuti Miss Jerman

    Pertama dalam Sejarah, Wanita Yahudi Bersaing Ikuti Miss Jerman

  • Kemeriahan Beauty Class di High Tea with HighEnd

    Kemeriahan Beauty Class di High Tea with HighEnd "The Leading Edge Life"

Berita Terkait

Fashion Heritage
  • Mengenal Motif Kain Tenun Khas Dayak, Idenya Lahir dari Mimpi sang Penenun saat Tidur
  • FASHION HERITAGE: Sulam Karawo Gorontalo Siap Melenggang di New York Fashion Week 2018
Cari Berita Lain Di Sini Sumber: Google News | Warta 24 Payakumbuh

thumbnail

Posted by On 16.14

Semen Padang Raih 15 Penghargaan ICA 2017

Semen Padang Raih 15 Penghargaan ICA 2017

Jumlah penghargaan yang diraih oleh perusahaan semen pertama di Indonesia itu, sebanyak 15 penghargaan.

Semen Padang Raih 15 Penghargaan ICA 2017istimewaKepala Biro CSR Semen Padang Muhamd Ikrar (kanan) saat menerima penghargaan ICA 2017 di Jakarta.

Laporan Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PT Semen Padang kembali meraih penghargaan pada ajang Indonesia CSR Award (ICA) 2017. Tak tangung-tangung, jumlah penghargaan yang diraih oleh perusahaan semen pertama di Indonesia itu, sebanyak 15 penghargaan.

Penghargaan tersebut, diserahkan oleh Staf Khusus Wapres, Dr. Mafri Amir, MSc, Staf Ahli Menristek Dikti Bidang Infrastruktur, Hari Purwanto, dan Kepala BSN (Badan Standarisasi Nasional) Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, MSc, di malam Penganugerahan ICA 2017 di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Kamis (30/11).

Kepala Biro CSR Semen Padang, Muhamad Ikrar mengatakan, pada acara ICA 2017 tersebut, turut hadir Direktur Produksi PT Semen Padang, Firdaus, dan sejumlah staf pimpinan. Ia menyebut, 15 penghargaan itu diraih dua kategori, yaitu Perorangan dan Perusahaan.

Untuk kategori Perorangan, Semen Padang mendapatkan penghargaan Terbaik Tingkat Chief Executive Officer (CEO), Terbaik Tingkat Manajemen, dan Terbaik Tingkat Mitra. Untuk Tingkat CEO, diraih mantan Direktur Utama PT Semen Padang yang kini menjabat sebagai Direktur Produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Benny Wendry.

Sedangkan Tingkat Manajemen, diberikan Kepala Departemen Komunikasi & Sarana Umum PT Semen Padang, Iskandar Zulkarnaen Lubis dengan karya tulis "CSR Semen Padang B asinergi Mambangun Nagari". Kemudian Tingkat Mitra, diraih oleh Defriyeni Dahar sebagai Local Community Organizier (LCO) Semen Padang dengan karya tulis "Pemberdayaan Masyarakat Bebasis Rumah Tangga dan Komunal".

"Untuk Tingkat Perusahaan, secara keselurahan Semen Padang mendapatkan
Grand Platinum Bidang Industri dan Manufaktur. Pada kategori ini, juga diikutsertakan 11 program, dan alhamdulillah, semua program tersebut meraih penghargaan, yaitu 5 Platinum, 5 Gold dan 1 Silver," kata Ikrar saat dihubungi dari Padang, Jumat (1/12).

Ikrar pun merinci 5 program yang mendapatkan Platinum, yaitu program berjudul PKBM Integrasi di Kel. Batu Gadang, Forum Nagari Indarung, Pemberdayaan Masyarakat Berbasis 8 Asnaf Melalui UPZ PT Semen Padang, dan Nagari Pemberdayaan Posyandu Terintegrasi di Kel. Lambung Bukit, dan Klinik Semen Padang Paduli Sehat.

Kemudian Gold, yaitu program berjudul Pemberdayaan dan Perlindungan Konsumen, Pengolahan Gas Bu ang Menjadi Energi Listrik Melalui WHRPG, Investasi Sosial Pemberdayaan Lumbung Keuangan Nagari, Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bank Sampah Berbasis Rumah Tangga dan Komunal, serta Kelompok Usaha Nagari Kel. Padang Besi. Sedangkan Silver, diraih melalui program Emergency Respons Bencana Banjir Melalui Pembangunan Jembatan Baringin.

"Penghargaan ICA ini sangat bergengsi. Bagi Semen Padang, penghargaan ini tentu menjadi ajang pembuktian komitmen perusahaan, karena melalui ICA ini, manajemen perusahaan tahu dimana posisi CSR Semen Padang dalam memberdayakan masyarakat sekitar perusahaan," ujar Ikrar yang juga terpilih menjadi salah satu narasumber dalam Konfrensi ICA 2017.

Selain Semen Padang, tiga perusahaan lainnya yang mendapatkan Grand Platinum adalah PT Kideco Daya Agung pada sektor Pertambangan & Energi, PT Kaltim Prima Coal yang juga di sektor Pertambangan & Energi, dan PT PLN di sektor Jasa, Perbankan & Telematika. Pada ajang ini, ada 28 per usahaan BUMN dan Swasta yang menjadi peserta ICA 2017.

Sebelumnya pada ICA 2014, PT Semen Padang meraih 13 penghargaan. Penghargaan itu adalah enam Platinum dan empat Gold, serta dua anugerah terbaik untuk kategori perseorangan, yakni CEO Terbaik dari 33 perusahaan peserta. Dengan beragam penghargaan itu, menempatkan Semen Padang sebagai perusahaan terbaik dalam sejarah ajang ICA Award yang mulai digelar sejak 2005.(*)

Editor: M Iqbal Sumber: Tribun Pekanbaru Ikuti kami di Video Pramugari Lion Air Tampar Penumpang yang Berujung Lapor Polisi Sumber: Google News | Warta 24 Padang

thumbnail

Posted by On 16.14

Ikuti Walikota Padang Cup, Semen Padang FC Diperkuat Pemain ...

Ikuti Walikota Padang Cup, Semen Padang FC Diperkuat Pemain Binaan

Saat ini, kata Rinold, belum ada nama-nama pemain binaan yang akan memperkuat Semen Padang FC pada Turnamen Walikota Padang Cup tersebut

Ikuti Walikota Padang Cup, Semen Padang FC Diperkuat Pemain BinaanNETSemen Padang FC

Laporan Riki Suardi dari Padang
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Manajemen PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) yang menaungi Semen Padang FC, menyebut bahwa untuk mengisi libur musim, Kabau Sirah- Julukan Semen Padang FC- akan berlaga di Turnamen Walikota Padang Cup 2017.

Pada turnamen yang akan digelar pada 5-10 Desember di Gor Haji Agus Salim Padang itu, manajemen akan mempersiapkan minimal 23 pemain. 50 persen di antaranya, merupakan pemain senior yang berlaga di Liga 1 Gojek Traveloka musim 2017.

"Sisanya, merupakan pemain binaan Semen Padang FC. Harapan kami, sudah saatnya anak-anak binaan kami untuk melihatkan prestasi mereka," kata Direktur Umum PT KSSP, Rinold Thamrin, Jumat (1/12).

Saat ini, kata Rinold, belum ada nama-nama pemain binaan yang akan memperkuat Semen Padang FC pada Turnamen Walikota Padang Cup tersebut, karena belum melakukan seleksi terhadap pemain binaan.

Namun demikian, Pelatih Kepala Syafrianto Rusli, kata Rinold, sudah menyiapkan skedul dan kurikulum apa saja yang harus dipenuhi pemain binaan untuk bisa memperkuat Semen Padang FC.

"Kami berharap pemain muda yang merupakan binaan Semen Padang FC itu bisa terseleksi dengan benar, dan semuanya bisa diterima memperkuat Semen Padang FC pada Turnamen Walikota Padang Cup tersebut," ujar

Turnamen Walikota Padang Cup tersebut, kata Rinold m enambahkan, akan menjadi masa persiapan Semen Padang FC untuk menghadapi Liga 2 Gojek Traveloka, dan sekaligus menjadi persiapan untuk Liga 1 Gojek Traveloka musim depan.

"Ya, bisa jadi ini persiapan untuk Liga 1 Gojek Traveloka, karena manajemen masih berharap dari kongres, karena per hari tadi, kita sudah meluncurkan usulan perubahan format kompetisi 2018 melalui sekjen PSSI untuk dimasukkan agenda kongres 13 Januari 2018 mendatang," ujarnya.

Seperti diketahui, Walikota Padang Cup sudah menjadi tradisi di ibu kota Sumatra Barat yang bergulir sejak 1980-an. Format pertama turnamen ini adalah dengan nama Hasan Basri Durin Farewell Cup 1981.

Berikutnya dilanjutkan masa kepemimpinan Wali Kota Sjahrul Udjud. Pada masa kepemimpinan Mahyeldi Ansharullah, Kompetisi Walikota Padang Cup ini sudah digelar sebanyak dua kali sejak tahun 2015.(*)

Editor: M Iqbal Sumber: Tribun Pekanbaru Ikuti kami di Video Pramugari Lion Air Tampar Penumpang yang Berujung Lapor Polisi Sumber: Google News | Warta 24 Padang

thumbnail

Posted by On 16.13

Menjajal Mitsubishi Xpander di Sitinjau Lauik dan Kelok Sambilan

PADANG, 30 November 2017 â€" Test drive dan wisata kuliner. Barangkali ini kata yang pas untuk memggambarkan test drive Mitsubishi Xpander yang saya ikut kali ini. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengajak beberapa jurnalis dari Jakarta untuk merasakan kenyamanan dan performa Mitsubishi Xpander di Ranah Minang, Selasa, 28 November kemarin.

Maklum Sumatera Barat sangat terkenal dengan jalanan yang berkelok-kelok dan kuliner-kuliner sedap. Sekitar 12 jurnalis yang ikut serta dalam test drive kali ini sudah “ribut” tentang makanan apa saja yang jadi menu wajib yang harus kami datangi .

Sehari sebelum test drive, kami sudah menyantap gurihnya Soto Garuda serta Sate Padang dan Es Duren di Ganti Nan Lamo. Sembari kembali ke hotel kami mendiskusikan lokasi dan rute test drive. “Gua pingin ke Kelok Sambilan,” kata seorang teman. Kesepakatan pun tercapai kami menuju Kelok Sambilan di Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang berbatasan dengan Riau.

Baca Juga: BMW M3, The Legend of BMW

Rutenya lumayan dari Padang kami melewati Sitinjau Lauik, Danau Singkarak, Batusangkar, Payakumbuh, dan Kelok Sambilan dengan jarak sekitar 172 kilometer.

Besok pagi, setelah menikmati ketupat gulai paku, kami memulai perjalanan ke Pantai Padang. Foto-foto sebentar di pantai kami naik ke arah Sitinjau Lauik. Saya menggunakan Ultimate AT, yang merupakan varian tertinggi dari tiga varian Xpander.

Menuju Sitinjau Lauik jelas jadi tantangan buat Mitsubishi X pander. Sitinjau Lauik merupakan jalan yang menyusuri pinggang Gunung Talang yang memiliki ketinggian 2.957 meter. Beberapa tanjakan ekstrem dan belokan tajam menjadi menu utama di rute ini. Di sini mesin 4A91 MIVEC DOHC 16-Valve berkapasitas 1.499cc yang jadi adalan Xpander mendapat ujian.

Saya yang membawa mobil merasa mesin ini cukup oke untuk diajak menanjak. Tenaga 104 ps @ 6.000 rpm dan torsi 141 Nm @ 4.000 rpm pas untuk diajak bermain di jalan menanjak dan berbelok. Hanya perlu momentum dengan memainkan transmisi “D” atau turun ke “2” dan “L” maka tenaga kembali terisi.

Baca Juga: Mitsubishi Fuso Gelar Konser Bersama Iwan Fals di 10 Kota

Sampai di Solok kami berbelok ke kiri menyusuri pinggiran Danau Singkarak. Nah di sini pas digunakan untuk menguji handling. Kemudi yang sudah dilengkapi power steering sangat membantu. Meski bodi Mitsubishi Xpa nder lebih besar dan berat dibandingkan rivalnya yang lain namun saya tak mengalami kesulitan mengendalikan dan melahap tikungan-tikungan sempit.

Kenyamanan Mitsubishi Xpander ditunjang dengan suspensi depan MacPherson Strut with Coil Spring dan Torsion Beam di belakang. Kami kemudian berhenti makan siang di Tanjung Indah, Ombilin. Makan siang dengan menikmati pemandangan danau jelas hal yang jarang bagi kamu yang asal Jakarta.

Dari samping jembatan Ombilin kami berbelok ke kanan menuju arah Batusangkar. Jalanan lumayan sempit dengan kelokan-kelokan tajam jadi menu. Ground clereance setinggi 205 mm juga sangat membantu karena jalanan sempit dan bertemu bus atau truk beberapa kali membuat kami harus turun ke bahu jalan.

Baca Juga: Kelebihan-Kelebihan Toyota Fortuner TRD Sportivo

Kombinasi laras lurus kami dapatkan saat tiba Payakumbuh dan jalan lintas Sumbar â€" Riau menuju Kelok Sambilan. Kelok Sambilan adalah Jalan sepanjang 300 meter ini berada di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat yang atraksi baru.

Di sekitar Jalan Kelok Sambilan dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter. Terhitung, jembatan ini enam kali menyeberangi bolak balik bukit.

Foto-foto jelas jadi menu utama. Selanjutnya kami singgah di sebuah rumah makan sambil menyantap sate rusa yang super empuk.

RAJU FEBRIAN

Sumber: Google News | Warta 24 Solok

thumbnail

Posted by On 16.13

Memberdayakan Pemuda Desa Lewat Produk Pangan

Dalam setahun terakhir, Pemuda kelahiran Solok, 21 Mei 1985 ini membentuk komunitas Banten House, sekitar 500 pemuda bergabung dalam komunitas ini. Dalam setahun terakhir, Pemuda kelahiran Solok, 21 Mei 1985 ini membentuk komunitas Banten House, sekitar 500 pemuda bergabung dalam komunitas ini.

SERANG, Kompas.com - Lika-liku Kehidupan telah dilalui Mori Satria. Pemuda rantau asal Sumatera Barat ini pernah berdagang emperan untuk membiayai kuliah, menjadi buruh pabrik dan mengajar.

Jalan hidup akhirnya memberikan pilihan kepadanya untuk berwirausaha. Sejak dua tahun terakhir, ia merintis usaha sekaligus menggerakkan pemuda desa dan mahasiswa agar lebih produktif dan tidak bermental pekerja.

Di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cimuncang RT 01 RW 03, Kecamatan Serang, Banten, Mori merintis usaha produksi pangan, abon dan keceprek tangkil. Abon yang diproduksi yaitu Abon ayam dan Lele dengan bumbu rendang dengan merk dagang Abon Kayo. “Ini salah satu perbedaan antara abon produksi kami dengan abon lain, karena saya orang minang jadi menggunakan bumbu rendang,” ujar Mori.

Untuk Abon Lele, Mori menggunanakan bahan baku ikan lele hasil produksi ternak para pemuda rekannya di desa sekitar Serang, terutama yang tergabung dalam komunitas Banten House. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari menyerap hasil ternak sesuai harga pasar ketika para pemuda peternak itu kesulitan membuka akses pasar.

Dalam setahun terakhir, Pemuda kelahiran Solok, 21 Mei 1985 ini membentuk komunitas Banten House, sekitar 500 pemuda bergabung dalam komunitas ini. Mereka biasa berkumpul di sebuah tempat penjualan d engan model cafe yang berlokasi JL KH Abdul Fatahatan No 43. Tempat ini juga dijadikan sebagai lokasi pemasaran produk abon dan keceprek yang diproduksinya. Mori juga membentuk Pusat Inkubasi Bisnis Pemuda Banten, yakni melatih para mahasiswa untuk melakukan pemasaran produk abon dan keceprek melalui internet dan pusat oleh-oleh.

“Jadi kita bekerjasama dengan para pemuda dan mahasiswa melakukan usaha dari hulu sampai hilir, menjual olahan produk dari desa. Saat ini omzet kita sekitar 15juta per bulan,” tutur Mori, yang saat ini sedang mempersiapkan siding ujian skripsi S1 di Institut Agama Islam Banten Jurusan Pendidikan Agama Islam.

Mori merupakan satu dari 78 pemuda teknopreneur yang mengikuti pelatihan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bersama para pemuda terseleksi lain dari 34 provinsi, ia mendapatkan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK bertema “Pemuda sebagai Penggerak Sentra Pemberdayaan Pemuda di Desa” yang d igelar di Bogor, Jawa Barat pada akhir Juli 2017.

Dia optimistis usaha ini akan terus berjalan. Karena keunggulan produk tanpa bahan pengawet dan inovasi serta evaluasi yang terus dilakukan. Juga produksi dan penjualannya yang melibatkan para pemuda. Saat ini bahkan ia tengah menyiapkan produk pangan terbaru jenis Nugget.

“Hakikat usaha itu ibadah, bisa bermanfaat bagi temen-temen semua. Memberdayakan desa, dengan membentuk pasar. Kita bantu agar usaha pemuda untuk berkembang,”ujar Pemuda yang merantau dari kampong halamannya sejak 2008 ini.

Dia menegaskan, Pusat Inkubasi Bisnis Pemuda Banten dengan melibatkan para mahasiswa terlibat dalam pemasaran, juga untuk memberikan wawasan kepada mereka bahwa menjadi wirausaha adalah salah satu pilihan hidup. Mereka bisa jadi pengusaha, dan merubah mindset bahwa setelah lulus kuliah harus menjadi pekerja.

Terkini Lainnya

Terpeleset di Sungai, Rizky Ditemukan Tewas di Pantai Utara Sayung

Terpeleset di Sungai, Rizky Ditemukan Tewas di Pantai Utara Sayung

Regional 02/12/2017, 06:16 WIB Ini Penyebab Banjir di Gunungkidul Airnya Jernih

Ini Penyebab Banjir di Gunungkidul Airnya Jernih

Regional 02/12/2017, 06:03 WIB Cuaca Buruk Tak Surutkan Antusiasme Warga Berlibur ke Sabang

Cuaca Buruk Tak Surutkan Antusiasme Warga Berlibur ke Sabang

Regional 02/12/2017, 05:42 WIB BMKG Rekam Dua Bibit Siklon Tropis Selain Dahlia

BMKG Rekam Dua Bibit Siklon Tropis Selain Dahlia

Regional 02/12/2017, 05:21 WIB Kata Sandiaga, Swasta Tertarik Biayai DP 0 Rupiah Berbasis Syariah

Kata Sandiaga, Swasta Tertarik Biayai DP 0 Rupiah Berbasis Syariah

Megapolitan 02/12/2017, 05:06 WIB Jawab Tantangan Susi, Sandiaga Minta Lomba Renang Digelar di Danau Sunter

Jawab Tantangan Susi, Sandiaga Minta Lomba Renang Digelar di Danau Sunter

Megapolitan 02/12/2017, 04:55 WIB 42 Orang di Semarang Terindikasi HIV/AIDS, Salah Satunya Balita

42 Orang di Semarang Terindikasi HIV/AIDS, Salah Satunya Balita

Regional 02/12/2017, 00:14 WIB  Hendra/Ahsan Minta Para Pemain Yunior Jangan Sungkan

Hendra/Ahsan Minta Para Pemain Yunior Jangan Sungkan

Olahraga 02/12/2017, 00:04 WIB Ansori yang Bunuh Ibunya Pakai Cangkul Diduga Kuat Alami Gangguan Jiwa

Ansori yang Bunuh Ibunya Pakai Cangkul Diduga Kuat Alami Gangguan Jiwa

Regional 01/12/2017, 23:30 WIB Hanya Hafiz/Gloria Bertahan Ke Semifinal  Korea

Hanya Hafiz/Gloria Bertahan Ke Semifinal Korea

Olahraga 01/12/2017, 23:27 WIB Masuk Wilayah NTT, Kapal Ikan Berbender   a China Diamankan

Masuk Wilayah NTT, Kapal Ikan Berbendera China Diamankan

Regional 01/12/2017, 23:08 WIB Dampak Siklon Tropis Dahlia, Bandung Jadi Lebih Dingin

Dampak Siklon Tropis Dahlia, Bandung Jadi Lebih Dingin

Regional 01/12/2017, 22:57 WIB Khawatir Kubu Pro Novanto Gagalkan Munaslub, Doli Wanti-wanti DPD I

Khawatir Kubu Pro Novanto Gagalkan Munaslub, Doli Wanti-wanti DPD I

Nasional 01/12/2017, 22:29 WIB Daerah di Jepang Gelar Latihan Penyelamatan Sebagai Antisipasi Korut

Daerah di Jepang Gel ar Latihan Penyelamatan Sebagai Antisipasi Korut

Internasional 01/12/2017, 22:21 WIB Aburizal: Bebas Korupsi dan Pro Rakyat, Golkar Akan Semakin Dihormati

Aburizal: Bebas Korupsi dan Pro Rakyat, Golkar Akan Semakin Dihormati

Nasional 01/12/2017, 22:14 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Solok