WARTA 24 SUMATERA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

KKI Warsi di Solsel, Bahas Energi Biogas

Posted by On 20.06

KKI Warsi di Solsel, Bahas Energi Biogas

  • Beranda
  • Sumbar
KKI Warsi di Solsel, Bahas Energi Biogas
Kamis,30 November 2017 - 10:45:54 WIB
Reporter : Tim Redaksi KKI Warsi di Solsel, Bahas Energi Biogas SERAHKAN BANTUAN - Penyerahan bantuan secara simbolis kepada peserta oleh Koordinator Proyek KKI Sumbar, Riche Rahma Delvita kepada peserta usai kegiatan di Nagari Pulakek Koto Baru, Solok Selatan, Rabu (29/11). YUHENDRA

SOLOK SELATAN, HALUAN รข€" Mengenalkan energi ramah lingkungan, KKI Warsi Sumbar mengadakan diskusi yang membahas kajian strategis dari beberapa rekomendasi di Solok Selatan. Peserta diskusi dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu, Klinik Sawah Organik, Klinik Energi Baru Terbarukan, Klini k Produk Kelompok Perempuan, Klinik Ekowisata san Klinik Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM).

Tabrani, peserta dari Klinik Energi Baru Terbarukan, mengatakan, energi salah satu unsur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya yaitu biogas.

"Biogas merupakan energi alternatif bagi masarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mayarakat yang biasanya menggunakan kayu bakar untuk memasak, bisa ganti dengan energi biogas," kata Tabrani, Rabu (29/11).

Dengan demikian, masyarakat tidak lagi mengambil kayu dari hutan untuk mendapatkan energi, juga tidak terguntung dengan gas yang semakin hari semakin langka. Biogas ini berasal dari kotoran sapi, setelah dimanfaatkan untuk biogas, kotoran tersebut bisa dijadikan pupuk dan dimanfaatkan oleh petani.

"Ini sudah banyak dilaksanakan di nagari-nagari, ada dibeberapa nagari yang sudah merasakan manfaat biogas ini, juga ada yang sedang proses pemasalangan instalasi," ujarnya saa t mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

Sebagian pemerintah nagari menyambut baik kegiatan ini. Bahkan ada nagari telah menjadikan biogas program prioritas dari dana desa dalam pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG).

"Jadi, tindak lanjutnya akan bisa dibiayai oleh dana desa. Untuk pengelolaannya bisa juga ditangani oleh Bandan Usaha Milik Nagari (BUM-Nag)," terang Tabrani.

Sementara Davit Hidayat dari Klinik PHBM mengatakan, hutan adalah paru-paru dunia. Maraknya ilegal logging dan ilegal mining sangat berdampak terhadap hutan. Tidak hanya itu, ekosistemnya juga akan terganggu.

"Kerusakan hutan menyebabkan bencana alam, menjaga hutan merupakan tanggugjawab kita bersama demi kelestarian lingkungan, serta anak cucu dimasa akan datang," ujar Pemuda dari Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto Sebelas Tarusan, Pesisir Selatan ini.

Ia juga mengakui selama ini pengawasan terhadap hutan masih sangat minim sekali, oleh karena itu ia mengajak semua masyarakat untuk pro aktif dalam mengawasi lingkungan.

"Pengawasan terhadap hutan bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan barang bukti yang cukup dan melaporkan kepada pihak yang berwajib, guna ditindak lanjuti," terangnya lagi.

Madeni dari Klinik Produk Kelompok Perempuan mengatakan, selama ini telah banyak produk yang dihasilkan oleh perupuan di bawah binaan KKI Warsi ini. Mulai produk yang memanfaatkan limbah plastik yang dimanfaatkan untuk tas dan kerajinan tangan lainya, juga ada produk makanan yang dihasilkannya.

"Ada tas yang terbuat dari plastik bekas, sisa kemasab botol plastik, juga ada tas yang terbuat dari Saga anau yang sangat mudah didapatkan oleh masyarat," terangya. (h/mg-hen)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]


Follow @Haluan_ TULIS KOMENTAR BERITA LAINNYA Sumber: Google News | Warta 24 Solok

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »