WARTA 24 SUMATERA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Memberdayakan Pemuda Desa Lewat Produk Pangan

Posted by On 16.13

Memberdayakan Pemuda Desa Lewat Produk Pangan

Dalam setahun terakhir, Pemuda kelahiran Solok, 21 Mei 1985 ini membentuk komunitas Banten House, sekitar 500 pemuda bergabung dalam komunitas ini. Dalam setahun terakhir, Pemuda kelahiran Solok, 21 Mei 1985 ini membentuk komunitas Banten House, sekitar 500 pemuda bergabung dalam komunitas ini.

SERANG, Kompas.com - Lika-liku Kehidupan telah dilalui Mori Satria. Pemuda rantau asal Sumatera Barat ini pernah berdagang emperan untuk membiayai kuliah, menjadi buruh pabrik dan mengajar.

Jalan hidup akhirnya memberikan pilihan kepadanya untuk berwirausaha. Sejak dua tahun terakhir, ia merintis usaha sekaligus menggerakkan pemuda desa dan mahasiswa agar lebih produktif dan tidak bermental pekerja.

Di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cimuncang RT 01 RW 03, Kecamatan Serang, Banten, Mori merintis usaha produksi pangan, abon dan keceprek tangkil. Abon yang diproduksi yaitu Abon ayam dan Lele dengan bumbu rendang dengan merk dagang Abon Kayo. “Ini salah satu perbedaan antara abon produksi kami dengan abon lain, karena saya orang minang jadi menggunakan bumbu rendang,” ujar Mori.

Untuk Abon Lele, Mori menggunanakan bahan baku ikan lele hasil produksi ternak para pemuda rekannya di desa sekitar Serang, terutama yang tergabung dalam komunitas Banten House. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari menyerap hasil ternak sesuai harga pasar ketika para pemuda peternak itu kesulitan membuka akses pasar.

Dalam setahun terakhir, Pemuda kelahiran Solok, 21 Mei 1985 ini membentuk komunitas Banten House, sekitar 500 pemuda bergabung dalam komunitas ini. Mereka biasa berkumpul di sebuah tempat penjualan d engan model cafe yang berlokasi JL KH Abdul Fatahatan No 43. Tempat ini juga dijadikan sebagai lokasi pemasaran produk abon dan keceprek yang diproduksinya. Mori juga membentuk Pusat Inkubasi Bisnis Pemuda Banten, yakni melatih para mahasiswa untuk melakukan pemasaran produk abon dan keceprek melalui internet dan pusat oleh-oleh.

“Jadi kita bekerjasama dengan para pemuda dan mahasiswa melakukan usaha dari hulu sampai hilir, menjual olahan produk dari desa. Saat ini omzet kita sekitar 15juta per bulan,” tutur Mori, yang saat ini sedang mempersiapkan siding ujian skripsi S1 di Institut Agama Islam Banten Jurusan Pendidikan Agama Islam.

Mori merupakan satu dari 78 pemuda teknopreneur yang mengikuti pelatihan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bersama para pemuda terseleksi lain dari 34 provinsi, ia mendapatkan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK bertema “Pemuda sebagai Penggerak Sentra Pemberdayaan Pemuda di Desa” yang d igelar di Bogor, Jawa Barat pada akhir Juli 2017.

Dia optimistis usaha ini akan terus berjalan. Karena keunggulan produk tanpa bahan pengawet dan inovasi serta evaluasi yang terus dilakukan. Juga produksi dan penjualannya yang melibatkan para pemuda. Saat ini bahkan ia tengah menyiapkan produk pangan terbaru jenis Nugget.

“Hakikat usaha itu ibadah, bisa bermanfaat bagi temen-temen semua. Memberdayakan desa, dengan membentuk pasar. Kita bantu agar usaha pemuda untuk berkembang,”ujar Pemuda yang merantau dari kampong halamannya sejak 2008 ini.

Dia menegaskan, Pusat Inkubasi Bisnis Pemuda Banten dengan melibatkan para mahasiswa terlibat dalam pemasaran, juga untuk memberikan wawasan kepada mereka bahwa menjadi wirausaha adalah salah satu pilihan hidup. Mereka bisa jadi pengusaha, dan merubah mindset bahwa setelah lulus kuliah harus menjadi pekerja.

Terkini Lainnya

Terpeleset di Sungai, Rizky Ditemukan Tewas di Pantai Utara Sayung

Terpeleset di Sungai, Rizky Ditemukan Tewas di Pantai Utara Sayung

Regional 02/12/2017, 06:16 WIB Ini Penyebab Banjir di Gunungkidul Airnya Jernih

Ini Penyebab Banjir di Gunungkidul Airnya Jernih

Regional 02/12/2017, 06:03 WIB Cuaca Buruk Tak Surutkan Antusiasme Warga Berlibur ke Sabang

Cuaca Buruk Tak Surutkan Antusiasme Warga Berlibur ke Sabang

Regional 02/12/2017, 05:42 WIB BMKG Rekam Dua Bibit Siklon Tropis Selain Dahlia

BMKG Rekam Dua Bibit Siklon Tropis Selain Dahlia

Regional 02/12/2017, 05:21 WIB Kata Sandiaga, Swasta Tertarik Biayai DP 0 Rupiah Berbasis Syariah

Kata Sandiaga, Swasta Tertarik Biayai DP 0 Rupiah Berbasis Syariah

Megapolitan 02/12/2017, 05:06 WIB Jawab Tantangan Susi, Sandiaga Minta Lomba Renang Digelar di Danau Sunter

Jawab Tantangan Susi, Sandiaga Minta Lomba Renang Digelar di Danau Sunter

Megapolitan 02/12/2017, 04:55 WIB 42 Orang di Semarang Terindikasi HIV/AIDS, Salah Satunya Balita

42 Orang di Semarang Terindikasi HIV/AIDS, Salah Satunya Balita

Regional 02/12/2017, 00:14 WIB  Hendra/Ahsan Minta Para Pemain Yunior Jangan Sungkan

Hendra/Ahsan Minta Para Pemain Yunior Jangan Sungkan

Olahraga 02/12/2017, 00:04 WIB Ansori yang Bunuh Ibunya Pakai Cangkul Diduga Kuat Alami Gangguan Jiwa

Ansori yang Bunuh Ibunya Pakai Cangkul Diduga Kuat Alami Gangguan Jiwa

Regional 01/12/2017, 23:30 WIB Hanya Hafiz/Gloria Bertahan Ke Semifinal  Korea

Hanya Hafiz/Gloria Bertahan Ke Semifinal Korea

Olahraga 01/12/2017, 23:27 WIB Masuk Wilayah NTT, Kapal Ikan Berbender   a China Diamankan

Masuk Wilayah NTT, Kapal Ikan Berbendera China Diamankan

Regional 01/12/2017, 23:08 WIB Dampak Siklon Tropis Dahlia, Bandung Jadi Lebih Dingin

Dampak Siklon Tropis Dahlia, Bandung Jadi Lebih Dingin

Regional 01/12/2017, 22:57 WIB Khawatir Kubu Pro Novanto Gagalkan Munaslub, Doli Wanti-wanti DPD I

Khawatir Kubu Pro Novanto Gagalkan Munaslub, Doli Wanti-wanti DPD I

Nasional 01/12/2017, 22:29 WIB Daerah di Jepang Gelar Latihan Penyelamatan Sebagai Antisipasi Korut

Daerah di Jepang Gel ar Latihan Penyelamatan Sebagai Antisipasi Korut

Internasional 01/12/2017, 22:21 WIB Aburizal: Bebas Korupsi dan Pro Rakyat, Golkar Akan Semakin Dihormati

Aburizal: Bebas Korupsi dan Pro Rakyat, Golkar Akan Semakin Dihormati

Nasional 01/12/2017, 22:14 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Solok

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »